Peluang Investasi

Kabupaten Nagan Raya berada di pantai barat Sumatera yang subur dan sangat cocok bagi pertanian, khususnya padi yang terpusat di Kecamatan Seunagan, Seunagan Timur, dan Beutong karena ditunjang oleh Sungai Krueng Beutong dan Sungai Krueng Nagan yang mengalir di wilayah tersebut. Potensi lainnya adalah usaha peternakan dan perkebunan terutama kelapa sawit. Karena sumber daya pertaniannya yang melimpah, maka Nagan Raya dikenal sebagai salah satu lumbung beras utama di Aceh. Bahkan Soeharto, mantan presiden RI pernah berkunjung ke Nagan Raya, sebagai apresiasinya terhadap pertumbuhan hasil pertanian di daerah tersebut (tahun 1987).

Sebelum adanya gangguan keamanan pada masa konflik Aceh, Nagan Raya menjadi pusat bagi transmigran yang menghidupkan sektor pertanian di kawasan ini. Namun setelah tahun 2001 banyak transmigran yang meninggalkan unit-unit permukimannya karena gangguan dan ancaman dari kelompok sipil bersenjata. Diharapkan setelah kondisi keamanan membaik, para transmigran kembali untuk menyemarakkan perekenomian Nagan Raya.

Jumlah penduduk Kabupaten Nagan Raya pada tahun 2010 merupakan angka yang didasarkan pada hasil Sensus Penduduk tahun 2010 pada bulan Mei. Jumlah penduduk Nagan Raya adalah sebanyak 139.663 jiwa dengan rincian jumlah laki-laki sebanyak 70.606 jiwa dan erempuan sebanyak 69.057 jiwa.
Distribusi penduduk menurut kecamatan pada tahun 2010 mengalami perubahan seiring dengan pemekaran wilayah kecamatan dibanding dengan tahun 2006. Distribusi jumlah penduduk Kecamatan Darul Makmur menempati urutan pertama yaitu 33,62 persen dari jumlah penduduk keseluruhan, dikuti oleh Kecamatan Kuala sebanyak 13,27 persen. Distribusi penduduk pada Kecamatan Seunagan, Kecamatan Beutong, dan Kecamatan Kuala Pesisir secara berurutan adalah sebesar 10,36 persen, 10,19 persen, dan 10,10 persen. Sedangkan distribusi jumlah penduduk pada Kecamatan Seunagan Timur adalah sebesar 8,71 persen, Kecamatan Tadu Raya sebesar 8,01 persen. Kecamatan Suka Makmue memiliki distribus terkecil yaitu sebesar 5,74 persen.
Luas wilayah Kabupaten Nagan Raya adalah 3.928,04 Km 2 yang terdiri dari: 222 desa dan 10 kecamatan. Daerah ini mempunyai potensi alam yang sangat menjanjikan karena di daerah ini terdapat tambang batu bara dan emas namun belum dieksploitasi. Selain itu, daerah ini mempunyai potensi di bidang pariwisata karena terdapat 22 lokasi objek wisata yang terdiri dari wisata alam sebanyak sembilan lokasi, wisata laut sebanyak empat lokasi, dan wisata budaya sebanyak sembilan lokasi.
Perekonomian Kabupaten Nagan Raya Sektor perekonomian Kabupaten Nagan Raya bergerak pada usaha peternakan dan perkebunan terutama kelapa sawit. Selain itu karena sumber daya pertaniannya yang melimpah, Nagan Raya juga dikenal sebagai salah satu lumbung beras utama di Aceh. Berbagai sektor ekonomi akan berjalan lancar termasuk upaya pemanfaatan bahan galian A hingga C yang diperkirakan tersimpan di bumi Nagan Raya Mulai dari bahan radioaktif, minyak dan gas bumi, batu bara, emas, tembaga, biji besi, pasir batu alias sirtu, lempung, marmer, hingga permata dengan mineral jenis jadeite, nefrite, garnet, kaldeson atau kuarsa, chert/rijang dan beryl. Selain itu masih terdapat potensi granit dan sabak.Kehutanan Kayu, Damar dan Rotan.
Peternakan dan perkebunan terutama Kelapa Sawit. Selain itu karena sumber daya pertaniannya yang melimpah, Nagan Raya dikenal sebagai salah satu lumbung beras utama di Aceh. Berbagai sektor ekonomi akan berjalan lancar termasuk upaya pemanfaatan bahan galian A hingga C yang tersimpan di bumi Nagan Raya Mulai dari bahan radioaktif, minyak dan gas bumi, batu bara, emas, tembaga, biji besi, pasir batu alias sirtu, lempung, marmer, hingga permata dengan mineral jenis jadeite, nefrite, garnet, kaldeson atau kuarsa, chert/rijang dan beryl. Selain itu masih terdapat potensi granit dan sabak. Semuanya itu perlu uluran tangan investor untuk memanfaatkannya, agar mempunyai nilai ekonomis yang tinggi yang dapat menguntungkan bukan hanya buat daerah tetapi juga buat investor itu sendiri.

Bandar Udara Cut Nyak Dhien di Desa Kubang Gajah yang mampu didarati pesawat berbadan lebar, rumah sakit megah bantuan Negara Swiss yang memiliki kelengkapan alat kesehatan berteknologi canggih, pabrik pengolah beras terbesar (Rice Milling Plant), serta tambang emas, batubara, serta aneka hasil bumi maupun ladang pertanian yang luasnya sangat menjanjikan.

Kabupaten Nagan Raya memiliki sejumlah sektor unggulan yang dapat dimanfaatkan seperti perkebunan, pertanian, perternakan, kehutanan serta bahan galian seperti emas, tembaga, batubara, dolomit, granit, lempung, marmer dan situ.

 

1.  Sektor Perkebunan

Komoditas sawit merupakan produksi terbesar dari hampir 200 ribu hektare luas areal perkebunan dengan produktivitas 24 ton/hektare, mengalahkan komoditas lain seperti karet, kakao dan kelapa. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya membuka peluang investasi kepada pihak ketiga untuk mengelola pabrik pengolahan kelapa sawit milik pemeritah daerah untuk dapat menampung produksi petani yang mengelola sekitar 75 ribu hektare perkebunan sawit. “Dalam hal pemanfaatan sumberdaya alam ini perlu membangun satu unit pabrik pengolahan kelapa sawit milik pemerintah daerah untuk menampung semua produksi masyarakat,”.

 

2. Sektor Pertanian

Sektor pertanian dari total 24.698 hektare areal persawahan dengan produktivitas 6,8 ton/hektare sudah mampu menghasilkan padi 160.450 ton hingga panen gaduh 2012 dengan serapan tenaga kerja 29 persen dari total penduduk setempat.

 

3. Sektor Kehutanan

Sementara dari sektor kehutanan  mampu menghasilkan kayu gergajian dengan kapasitas 3.361 meter kubik/tahun, namun bila sektor ini dijadikan unggulan penanaman modal masih memerlukan kajian lebih mendalam agar tidak terbentur dengan peraturan pengolahan hutan.

Amanah undang-undang penanaman modal nomor 25/2007 membuka peluang bagi pemilik modal berinvestasi di dunia usaha, sementara Nagan Raya merupakan salah satu daerah yang memiliki hutan terluas di provinsi ujung barat Indonesia itu.

 

4. Sektor Ketenagalistrikan

Dalam Kabupaten Nagan Raya terdapat Sumber Daya alam untuk ketenagalistrikan yang sangat melimpah ruah, dibeberapa kecamatan dalam Kabupaten Nagan Raya sehingga tidak heran jika dalam Kabupaten Nagan Raya terdapat beberapa Perusahaan Asing(PMA) yang menanamkan Modalnya di bIdang ketenagalistrikan beberapa diantaranya PT. Richland Power Nagan Raya, yang berada di Beutong Ateuh, PT. Rich Land Tripa Investmen yang berada di Kecamatan Tripa Makmur, PT. Seunagan Energi  yang berada di Kecamatan Beutong, PLTU Media Group dengan kapasitas 2 x 15 MW di Desa Kuta Makmue, Kecamatan Kuala dan  beberapa perusahaan PMDN  salah satunya milik Negara PT. PLN (persero) UIP Pembangkit Sumatera 1 atau disebut  PLTU Suak Puntong yang menjadi Sumber Listrik untuk Aceh dan Sumatera  serta tidak menutup kemungkinan perusahaan perusahaan lainnya yang akan menanamkan modalnya dalam Kabupaten Nagan Raya, mengingat Sumer daya alam yang masih tersedia dalam Kabupaten Nagan Raya.

 

5.  Sektor Pariwisata

Dari Sektor Pariwisata di antaranya Danau Laut Tadu, Arung Jeram Krung Tipa, Pantai Ujong Raja, Ari Terjun Alue Waki, Pantai Tripa, Pantai Seunagan, Pantai Suak Puntong, Air Terjun Alue Jok Ulee Jalan, Tambang Emas Linto Po Banja, Cangguk Raya, Singgah Mata, Air Terjun Alue Maneh, Krueng Isep. Lebih Lanjut baca Wisata dan Budaya.

 

6.  Sektor Lainnya

Masih banyak sektor lainnya untuk berinvestasi di Kabupaten Nagan Raya seperti : Sektor Kelautan dan Perikanan, Peternakan, bahan galian seperti emas, tembaga, batubara, dolomit, granit, lempung, marmer dan situ.